Universitas Nasional (UNAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat perusahaan sekuritas nasional. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penguatan literasi keuangan dan hukum pasar modal di Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Aula Blok A Lantai 4 Universitas Nasional, dengan perwakilan dari Universitas Nasional yang diwakili oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Nasional, Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, S.H., M.S.

Sementara itu, dari pihak industri pasar modal hadir empat pimpinan perusahaan efek yang turut menandatangani kerja sama, yaitu:
- Janny Tanjung, Direktur Utama PT Harita Kencana Sekuritas.
- Nugroho Surjo, Direktur Utama PT Evergreen Sekuritas Indonesia.
- Anita, Direktur PT BNC Sekuritas Indonesia.
- Caroline Thajadi, Direktur PT Equity Sekuritas Indonesia.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, seminar, kuliah praktisi, penelitian bersama, program magang mahasiswa, serta pengembangan kompetensi di bidang hukum dan pasar modal. Melalui kolaborasi ini, Universitas Nasional berharap dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri jasa keuangan.


Dalam sambutannya, Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, S.H., M.S. menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri merupakan langkah penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu menghadapi dinamika perkembangan sektor keuangan nasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi merupakan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan praktik profesional di industri pasar modal. Kami berharap mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif, baik dari sisi teori maupun praktik.”
Usai prosesi penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan seminar nasional bertajuk “Membangun Kepercayaan Investor: Fondasi Utama Pasar Modal yang Sehat.” Seminar menghadirkan Enoch Y. Paat, S.H., M.H. sebagai pembicara utama yang membahas pentingnya membangun kepercayaan investor melalui penguatan literasi keuangan, peningkatan inklusi keuangan, serta kepastian hukum di sektor pasar modal.
Dalam pemaparannya, Enoch Y. Paat menjelaskan bahwa kepercayaan merupakan aset paling berharga dalam perkembangan pasar modal. Investor akan semakin yakin untuk berinvestasi apabila memperoleh informasi yang transparan, perlindungan hukum yang memadai, serta adanya regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika industri keuangan.



