Dosen UNAS Wakili Indonesia Bicara Perubahan Iklim Dunia

climate_change3Permasalahan lingkungan dan perubahan iklim merupakan masalah kontemporer yang telah banyak disorot tidak hanya di Indonesia tapi juga seluruh belahan negara di dunia. Oleh karena itu, perlu gerakan moral dan persamaan persepsi dari seluruh lapisan penduduk bumi guna menjaga dan melindungi kelestarian alam.

Salah satu proyek nyata yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan mendorong semangat gerakan perubahan iklim kepada seluruh negara belahan dunia adalah proyek yang digagas oleh mantan wakil presiden Amerika Serikat, Albert Arnold “Al” Gore, Jr, yakni The Climate Reality Project. Dalam mewujudkan targetnya, “Al” Gore membuat program bertajuk “24 Hours of Reality: The Dirty Weather Report” yang dapat diakses oleh semua orang di dunia. Menariknya, Dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional, Dr. Fachruddin Mangunjaya mendapat kehormatan sebagai salah satu panelis dalam dialog interaktif yang akan ditayangkan pada Kamis (15/11) mendatang.

“Undangan ini jelas memperlihatkan bagaimana keterlibatan Universitas Nasional, sebagai akademisi dalam berkontribusi pada gerakan perubahan iklim, yang nantinya dapat dijadikan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa penting untuk menjaga lingkungan dan mengurangi pemakaian energi jahat yang dapat mencemari atmosfer bumi,” ungkap Fachruddin saat ditemui di ruang Wakil Rektor Unas bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Rabu (7/11).

Lebih jauh, Fachruddin menjelaskan bahwa dalam acara dialog bersama mantan wakil presiden Amerika Serikat, Albert Arnold “Al” Gore, Jr. tersebut, akan membicarakan perubahan iklim yang terfokus pada wilayah Indonesia. “Kita semua sebenannya sadar bahwa permasalahan perubahan iklim ini sangat kompleks dan sudah menyentuh pada semua sektor, baik pertanian, energi sumber daya mineral, perekonomian, dan sebagainya, maka dari itu kita perlu mengupayakan langakah – langkah untuk perubahan iklim,” imbuh dosen yang sampai saat ini aktif sebagai peneliti dan konservatif lingkungan.

Untuk itu, Fachruddin berharap seluruh masyarakat Indonesia, dari berbagai lapisan baik mahasiswa, akademisi, kaum intelektual, hingga pembesar agama dapat memberikan ide – ide serta berpartisipasi secara aktif untuk melangkah bersama dalam merubah dunia melalui gerakan perubahan iklim pada program “24 Hours of Reality: The Dirty Weather Report”. “Sangat mudah, yang penting ada niat, kesadaran, dan mau saja melihat dan berpartisipasi dalam diskusi ini. Karena sistemnya siaran langsung dari internet,” tambah Fachruddin.

Program dialog interaktif “24 Hours of Reality: The Dirty Weather Report” rencananya akan ditayangkan secara langsung melalui jaringan internet yang terkoneksi hampir di seluruh dunia. Untuk mengaksesnya, para partisipan Indonesia dapat bergabung bersama secara langsung melalui website pusatnya, yakni www.climaterealityproject.org. Dengan demikian, ide – ide yang disampaikan dalam program tersebut akan menjadi langkah awal menuju perubahan dunia ke arah yang lebih baik.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *